Mungkinkah Telur Mata Sapi dapat berselancar di atas Wajan Anti
Lengket tanpa Minyak Goreng?

Yah, teflon adalah nama dagang dari senyawa kimia
Polytetrafluoroethylene, orang awam menyebutnya PTFE. Lalu apa yang membuat
Polytetrafluoroethylene atau PTFE ini menjadi cikal bakal produk anti lengket?
Sebelum saya menjawab pertanyaan tersebut, saya akan bercerita mengenai sejarah
terbentuknya molekul anti lengket ini.
Cerita ini berawal pada tahun 1938, seorang ahli
kimia asal Amerika bernama Roy J. Plunkett (1910-1994) yang bekerja di
Perusahaan Kinetic Chemicals secara tidak sengaja menemukan senyawa polimer
yang baru yaitu PTFE saat mencoba membuat CFC (Chlorofluorocarbon) jenis baru.
Tepatnya tanggal 6 Mei 1938, Tn. Roy memeriksa reaktor tetrafluoroethylene yang
digunakan dalam produksi pembekuan chlorofluorocarbon. Saat membuka reaktor
untuk memindahkan sejumlah klorinasi dengan menggunakan asam klorhidrat, Tn.
Roy menemukan bahwa tidak ada yang tersisa. Saat ditelusuri penyebabnya, beliau
menemukan sejumlah bubuk putih yang terbentuk. Ternyata tetrafluoroethylene
mengalami polimerisasi menjadi benda padat berlilin dengan sifat unik yaitu
polytetrafluoroethylene (PTFE). Lalu Benda seperti apakah PTFE
itu?
PTFE merupakan fluorocarbon padat memiliki berat
jenis yang tinggi dengan kandungan atom Fluoro dan Carbon. Ketika perjodohan
ini berhasil Tuan Roy menemukan senyawa yang sangat stabil. Ketika pertemuan
atom carbon dengan fluoro berjalan dengan sukses, maka hubungan mereka berdua
akan menjadi sangat kuat, mungkin akan menjadi salah satu The Best couple
sepanjang masa setelah Romeo and Juliet. Ketika kedua atom itu memutuskan untuk
bersama menjadi sepasang sejoli, maka akan menghasilkan senyawa dengan sifat
yang sangat unik. Hasil dari penggabungan DNA atom mereka, akan menghasilkan
senyawa yang tahan terhadap suhu yang tinggi, tahan korosif, mempunyai
koefisien gesek yang rendah dan tidak reaktif (sangat stabil) sehingga sering
dimanfaatkan untuk mengatasi bahan kimia yang bersifat reaktif dan korosif
(Proses bagaimana atom Carbon dan Fluoro berhubungan, mohon maaf saya tidak
bisa memperlihatkan videonya, karna bisa2 nanti saya dicari oleh Bareskrim,
karna menjadi tersangka orang yang mengunduh pertama kali, dan bila ada video hubungan
atom karbon dengan 32 atom yang lainnya, itu bukan saya yang mengunduh yah,
hehehe....). Kembali ke tersangka kita, mengapa anda Tuan Telur mata sapi tidak
bisa berselancar di atas wajan besi sedangkan pada wajan Teflon bisa??
Jawab Tn telur dengan ngotot: “kata siapa saya
tidak bisa berselancar di atas wajan besi? Bisa kok ini buktinya!”
Penyidik :”baiklah, sekarang anda coba berselancar
tanpa minyak di atas wajan besi itu...”
Tn telur : “emmm.....emmm...emmm”
Tuan telur ternyata menyadari bahwa itu tidak
mungkin, karna bisa2 dia melekat di wajan itu sampai gosong. Baikalah saya
sebagai saksi ahli akan memberi keterangan di BAP Tn. Telur. Jadi untuk
menjawab hal itu, kita fokuskan pada 2 hal yang menjadi dasar dibuatnya minyak
goreng. Tujuan penggunaan minyak dalam acara memasak adalah supaya masakan kita
tidak lengket di penggorengan. Lalu apa yang membuat masakan kita menjadi
lengket di wajan penggorengan? (tentunya itu bukan karena sang wajan pernah
tergigit binatang laba2 yang tercemar radio aktif, sehingga dia berubah menjadi
Spider frying pans/“wajan laba2”, heheheh....). yang menjadi biang dari semua
ini adalah struktur dari waja itu sendiri. Bila kita lihat pada tingkatan
mikroskopis tekstur permukan wajan, anda akan melihat struktur permukaan yang
berlubang2, tidak rata. Lalu pertanyaa berikutnya, bagaimana Tn. Telur dapat
menempel pada wajan tersebut? Rahasiahnya ada pada sifat dari telur itu
sendiri. Telur tersusun dari hampir 80% protein,
kita tahu bahwa ketika molekul protein dipanaskan maka dia akan menggkerut
kemudian menggumpal dan selanjutnya akan mengeras, itu lah yang terjadi ketika
sebutir telur digoreng tanpa minyak di atas wajan yang tidak dilapisi zat anti
lengket. Kronologisnya adalah telur ketika dimasukan di atas wajan besi,
cairan2 telur akan mengisi lubang2 yang ada wajan tersebut (ingat sifat molekul
cair “menempati ruang kosong dengan berbagai bentuk”). Kemudian ketika wajan
itu mulai memanas, caira2 telur yang mengisi lubang2 pada wajan itu akan ikut
mengeras, sehingga “Taraaa” wajan dengan telur yang melekat tercipta (bukan
telur mata sapi yang tercipta, tapi mungki telur orek!?). Dan 1 hal lagi, telur mungkin saja menjadi juara pertama dalam lomba panjat tebing wajan tanpa minyak goreng....
Ternyata karir memanjat Tn telur harus berakhir
ditangan Tn. Roy, beliau menciptakan benda yang tidak bisa dipanjat oleh juara
memanjat kita Tn. Telur yaitu PTFE. Seperti yang sudah dijelaskan diatas PTFE
memiliki sifat gaya gesek yang rendah sekali karena ikatan yang stabil dari
atom C dan F menghasilkan permukaan yang sangat licin, bahkan telurpun tidak
dapat mencengkram permukaannya, sehingga telur dengan leluasa dapat berselancar
diatas catwalk wajan teflon.
Pada akhirnya dengan tangan ajaibnya Ibu2 kita
dapat menghasilkan telur mata sapi diatas wajan Teflon tanpa menggunakan minyak
goreng. Dan profesi Tn. telur pun berganti menjadi peselancar no.1 diatas ombak
wajan Teflon, hingga akhir karirnya tersaji diatas piring2 orang yang
kelaparan.
Dari kasus ini kita dapat mengambil makna bahwa
terjanyata jodoh itu dimulai dengan suatu keunikan menghasilkan pertemuan yang
unik dengan perantara yang unik, dalam cerita ini pantaslah kita mengucapkan
selamat kepada Tn. Roy, berkat beliaulah perjodohan Karbon dan Fluoro dapat terjadi,
hasil perjodohan itu sekarang menjadi saksi bisu di alat2 dapur rumah kita
dalam bentuk wajan anti lengket.
Dan Tn. Roy mungkin karirnya akan semakin
meningkat bila menjadi Host dalam talk show “Take Me Out Indonesia”, diliht
dari track recordnya yang berhasil mencomblangi Tn. Karbon dan Ny. Fluoro, maka
mungkin persentase Jomblo di Indonesia akan menurun.
Sekian...
Catatan ini didedikasikan untuk Alm. Hj. Dewi
Wulansari, atas berkat ajaran Beliau saya memperoleh jalan untuk menyukai Ilmu
Kimia khususnya Kimia Organik, hingga saya menjadi seperti sekarang pun
berkerja, tidak jauh dari hal2 yang berhubungan dengan Reaksi Kimia Organik.
Semoga semua Ilmu yang diajarkan Beliau menjadi amalan yang tidak terputus
sampai akhir zaman.
Dan juga untuk Ibu ku tercinta, terima kasih atas
telur mata sapinya, lain kali kecapnya aga banyak yah, hehehe...
0 comments:
Post a Comment