Friday, July 13, 2012 | By: PharmacyIndonesia

Hujan Asam


Apakah anda pernah mendengar istilah Hujan Asam? Saya yakin jika mendengar kata asam, para ibu langsung tertuju pada kata Rujak… tapi mohon maaf para Ibu, ini bukan megenai Rujak, hehehe… Seperti yang kita ketahui, hujan asam terjadi sebagai akibat dari kondisi udara yang buruk. Hujan asam diidentikan dengan kawasan perkotaan dan kawasan indutri dengan emisi gas buangan yang tinggi. Pertanyaan berikutnya, Mengapa air hujan bisa bersifat asam dan korosif? Apa yang membuat air hujan bersifat asam?

Sebelum kita membahas fenomena hujan asam tersebut, kita akan memulai dari kata yang penting dari hujan asam. Hujan asam terdiri dari 2 kata, Hujan dan Asam. Hujan berarti tetesan air yang disebabkan mencairnya permukaan awan yang disinari matahari dan kemudian jatuh ke permukaan Bumi. Lalu apa itu Asam ?

Seperti kata kakek buyut saya A. Einstein, Tuhan tidak melempar dadu ketika menciptakan dunia ini. Tuhan itu Maha Adil bukan, Beliau menciptakan apa yang ada di semesta ini berpasang-pasangan. Seperti pria dengan wanita, ada panas ada dingin, gelap dan terang, air dan api, ada Irfan Bachdim ada Jennifer Kurniawan, hehehe… begitu juga di dunia Kimia, jika ada asam berarti ada basa… betul bukan?!

Untuk menjelaskan penyebab sifat asam dan basa, sejarah perkembangan ilmu kimia mencatat banyak hipotesa. Pada tahun 1777, Tn. Lavoisier mengemukakan bahwa asam mengandung unsur Oksigen. Unsur tersebut dianggap sebagai yang bertanggung jawab terhadap sifat-sifat asam (nama Oksigen diberikan oleh Tn. Lavoisier yang berarti pembentuk asam). Kemudian pada tahun 1810, Tn. Humphrey Davy menemukan bahwa asam hidrogen klorida (HCl) tidak mengandung Oksigen. Tn. Davy kemudian menyimpulkan bahwa unsur Hidrogenlah yang sebenarnya menjadi tersangka yang merupakan unsur dasar setiap sifat dari asam bukan Oksigen. Kemudian 4 tahun kemudian (1814), Gay Lussac menyimpulkan bahwa asam adalah zat yang dapat menetralkan alkali dan kedua golongan senyawa itu hanya dapat didefinisikan dalam kaitan satu dengan yang lainnya.

Konsep yang cukup memuaskan mengenai teori asam dan basa, dan masih tetap diterima sampai sekarang dan masih beredar di buku-buku terdekat, diperkenalkan oleh Tn. Arrhenius pada tahun 1884. Menurut Tn. Arrhenius, asam adalah zat yang bila dimasukkan ke dalam air melepaskan ion H+ sedangkan basa melepaskan ion OH-. Jadi, pembawa sifat asam adalah ion H+ sedangkan pembawa sifat basa adalah ion OH-. Setuju Pa Arrhenius…

Kemudian pertanyaan selanjutnya, bagaimana hujan menjadi bersifat asam? Jika menurut anak kecil, kenapa tidak manis saja? Ibu-ibu hamil berpendapat, setuju asam saja! Kenapa tidak asin saja? kata orang yang ngebet ingin nikah… hehehe… kita kembali ke Tablet.

Wednesday, June 27, 2012 | By: PharmacyIndonesia

Hand Note of Alfred Bernhard Nobel


Ada sebuah poling yang cukup menarik, bahwa pelajaran sejarah termasuk salah satu dari pelajaran yang tidak disukai para pelajar selain Matematika dan Fisika. Bukan hanya berlaku untuk iklan2 produk saja bahwa 3 dari 10 orang menyukai pelajaran sejarah. Ada sebagian pelajar berpendapat, pelajaran sejarah membuat mereka bosan, karena harus menghafal tahun, bulan dan tanggal sebuah peristiwa yang terjadi dimasa lalu ketika ujian semester. Bagi orang2 yang menyukainya, ada hal2 yang menarik dimasa lalu yang tidak terfikirkan orang masa kini. Orang2 yang menyukai sejarah, menganggap hal yang menarik itu ada pada proses suatu peristiwa itu terjadi. Seperti yang terjadi pada seorang ilmuwan ini, anda pasti familiar dengan ilmuan yang mengatakan “Eureca”, yah anda benar beliau adalah Tuan Archemedes (287 SM-212SM). Sebagian orang dizaman itu manganggap Tn. Archemedes orang gila, tapi berkat keuletan dan keyakinannya, penemuannya sampai sekarang masih beredar dibuku2 fisika. Berkat penemuannya juga kapal induk USS Army bisa mengapung di atas bak mandi kamar mandi anak anda. Jadi sebenarnya yang menarik dari sebuah sejarah itu adalah proses suatu peristiwa yang terjadi.
Pada kesempatan kali saya tidak akan membuat anda bosan dengan apa yang akan saya kisahkan atau bisa saja anda bosan juga. Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan kata Nobel, para peneliti didunia memimpikan untuk mendapatkan penghargan Nobel. Nobel adalah penghargaan tertinggi didunia dibawah “Alm” atau “RIP” untuk para peneliti yang berhasil menyumbangkan sesuatu untuk dunia. Nama penghargaan Nobel berasal dari seorang ilmuwan yang terkenal dizaman itu karena ciptaannya sangat laris dipasaran bak kacang goreng yang laku keras ketika musim hujan terutama dibidang persenjataan.


Alfred Bernhard Nobel lahir pada tanggal 21 Oktober 1833 di Stocholm, Swedia. Ayahnya bernama Immanuel Nobel dan ibunya bernama Andriette Ahlsell Nobel. Ayah Alfred ialah seorang insinyur dan penemu, ia membangun jembatan, bangunan, dan mengadakan percobaan dengan bermacam cara dalam peledakan batu. Alfred memiliki dua orang kakak lelaki, yakni Robert (lahir 1829) dan Ludvig (lahir 1831).

Alfred hanya menerima sedikit sekali pendidikan formal, ibunya mengajarkan membaca dan menulis. Setelah itu ayahnya menyediakan tutor untuk Alfred dan kakaknya. Alfred yang masih muda tertarik pada ilmu kimia (pada waktu itu belum ada Play Station3), dan membantu ayahnya dalam memproduksi bubuk mesiu dan amunisi. Ketika berumur 18 tahun, Alfred pergi ke Amerika untuk belajar kimia selama 4 tahun, dan sempat bekerja sebentar dengan John Ericsson. Pada umur 22 tahun, Alfred muda belajar kimia dengan Prof. Nikolay Nikolaevich Zinin di Universitas St. Petersburg. Disini Alfred pertama kali tertarik pada nitrogliserin yang mudah meledak dan tidak dapat diduga, yang ditemukan oleh ahli kimia Italia Ascanio Sobrero (1847).
Monday, June 25, 2012 | By: PharmacyIndonesia

Aksi Atom-Atom di Malam Tahun Baru


Tahun Baru identik dengan kembang api, kita akan terpesona dengan perpaduan warna yang dihasilkan dari percikan kembang api… Tahukah anda kenapa kembang api bisa menghasilkan warna yang bermacam-macam?

Yah anda benar, mereka memasukkan bahan kimia ke dalam campuran bubuk mesiu kembang api. Bahan yang dapat memancarkan radiasi sinar tampak, ketika diberi energi berlebih pada muatan elektronnya atau singkatnya bahan yang dapat memancarkan cahaya ketika dipanaskan. Hebat bukan, dengan sedikit trik anda dapat menjadi seorang “Ilusionis” penyihir para gadis yang dapat memaniuplasi warna api dengan warna yang anda suka sehingga tampak romantis ketika anda mengajak makan malam pasangan anda.

Benda apakah itu?
Sebelum kita menerka-nerka “Siapa Dia” perlu anda ketahui terlebih dahulu apa yang terjadi sebenarnya ketika sebuah benda dipanaskan kemudian menghasikan warna yang berbeda.

Untuk menjelaskan hal ini kita perlu mengamati pada tingkatan atomiknya. Ketika anda melemparkan sebuah atom ke dalam sebuah nyala api, atom tersebut akan menyerap sebagian energi panas dari api, mengakibatkan rotasi elektronnya bergerak lebih cepat, mudahnya anda dapat membayangkan sistem Tata Surya kita (seperti yang kita ketahui bahwa planet2 termasuk bumi mengelilingi matahari, jadi anda dapat menganggap inti atom sebagai matahari dan elektro2nya sebagai planet2 termasuk bumi yang mengelilingi matahari). Elektron2 yang menyerap energi panas tersebut, pada dasarnya tidak stabil dan cenderung ingin kembali ke keadaan tingkat energi alaminya (orang2 kimia menyebutnya “Ground State” atau tingkatan energi dasar). Cara yang dilakukan oleh atom2 tersebut untuk kembali ke tingkatan energi dasarnya adalah dengan cara melepaskan energi berlebih dalam bentuk radiasi sinar tampak. Itulah yang terjadi pada kembang api yang dibakar, akan memancarkan warna2 yang berbeda-beda tergantung pada bahan kimia yang dimasukkan. Karena setiap atom memiliki pasangan elektron yang berbeda-beda, maka radiasi sinar tampak yang dihasilkan akan berbeda pula. Itu sebabnya atom atau molekul yang berbeda, memiliki panjang gelombang yang berbeda (kami menyebutnya sebagai spektrum emisi sinar tampak).
Friday, January 27, 2012 | By: PharmacyIndonesia

Titrasi kompleksometri

Titrasi kompleksometri adalah penetapan kadar zat berdasarkan atas pembentukkan senyawa kompleks yang larut, yang berasal dari reaksi antara ion logam / kation (komponen zat uji) dengan zat pembentuk kompleks sebagai ligan (pentiter).

Jenis Ligan
1.      Unidentat
Ligan yang mempunyai 1 gugus donor pasangan elektron.
Contoh : NH3, CN.
2.      Bidentat
Ligan yang mempunyai 2 gugus donor pasangan elektron.
Contoh : Etilendiamin.
3.      Polidentat
Ligan yang mempunyai banyak gugus donor pasangan elektron.
Contoh : asam etilendiamintetraasetat (EDTA).
Pengaruh pH
1.      Suasan terlalu asam
Proton yang dibebaskan pada reaksi yang terjadi dapat mempengaruhi pH, dimana jika H+ yang dilepaskan terlalu tinggi, maka hal tersebut dapat terdisosiasi sehingga kesetimbangan pembentukkan kompleks dapat bergeser ke kiri, karena terganggu oleh suasana system titrasi yang terlalu asam.
Pencegahan : sistem titrasi perlu didapar untuk mempertahankan pH yang diinginkan.

2.      Suasana terlalu basa
Bila pH system titrasi terlalu basa, maka kemungkinan akan terbentuk endapan hidroksida dari logam yang bereaksi.
Mn+         +          n(OH)  à        M(OH)n ↓
Sehingga jika pH terlalu basa, maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kanan, sehingga pada suasana basa yang banyak akan terbentuk endapan.
Sunday, October 16, 2011 | By: PharmacyIndonesia

Sintesa p-Aminofenol

Amin merupakan senyawa dasar organik yang diperoleh dengan mengganti satu (Amin primer), 2 (Amin sekunder), atau 3 (Amin tertier) atom Hidrogen pada Amoniak (NH3) dengan gugus alkil atau aryl.

p-Aminofenol merupakan senyawa organik dengan rumus H2NC6H4OH, berwarna coklat kekuningan, sedikit hidrofilik, larut dalam alkohol dan dapat direkristalisasi dengan air panas.

Pada proses ini p-Aminofenol disintesa dari p-nitroklorobenzen dengan mengubahnya terlebih dahulu menjadi p-Nitrofenol dengan Natrium Hidroksida (NaOH), kemudian p-Nitrofenol yang terbentuk dirubah menjadi p-Aminofenol dengan perlakuan penambahan Natrium Sulfat (Na2S) dan kaustik soda.

Thursday, October 13, 2011 | By: PharmacyIndonesia

Listeria monocytogenes

Baru-baru ini di Amerika Serikat, dikejutkan oleh wabah infeksi yang menewaskan 13 orang penduduk Amerika setelah mengkonsumsi Antaloupe (sejenis buah melon) yang tumbuh di Negara Bagian Colorado. Setelah diteliti, dinyatakan bahwa buah-buah tersebut telah terkontaminasi bakteri L. monocytogenes.

Bakteri Listeria monocytogenes pertama kali diuraikan oleh E. G. D. Murray pada tahun 1926 didasarkan pada 6 kasus kematian pada anak kelinci. Murray menunjuk organisme Bacterium monocytogenes sebelum J. H. Harvey Pirie mengubah nama Genus menjadi Listeria pada tahun 1940. Meskipun gambaran secara klinik L. monocytogenes menginfeksi hewan yang dipublikasi pada tahun 1920an, tidak sampai 1952 di Jerman Timur telah diketahui secara jelas menyebabkan Sepsis dan Meningitis pada Neonatal. Listeriosis pada dewasa dapat terjadi pada pasien yang berhubungan dengan gangguan sistem imun, seperti pasien yang mengkonsumsi obat penekan sistem imun (Immunosupresant) dan kortikosteroid untuk transplantasi organ dan pasien yang terkena infeksi HIV.

Tidak sampai tahun 1981, L. monocytogenes diidentifikasi menyebabkan penyakit foodborne. Wabah listeriosis di Halifax, Nova Scotia tercata 41 kasus dan 18 diantaranya meninggal, kebanyakan menyerang wanita hamil dan Neonatal, yang secara epidemologi berkaitan dengan konsumsi selada dengan kubis yang ditambahkan dengan daging domba mentah yang terkontaminasi L. monocytogenes. Sejak saat itu, beberapa kasus foodborn listeriosis telah dilaporkan, dan L. monocytogenes sekarang dikenal secara luas sebagai bahaya yang utama dalam industri makanan.

Monday, October 10, 2011 | By: PharmacyIndonesia

Listeriosis

Infeksi Listeria (Listeriosis) disebabkan oleh bekteri Listeria monocytogenes. Infeksi ini jarang terjadi, akan tetapi ketika itu terjadi, yang paling rentan terinfeksi adalah wanita hamil dengan usia kehamilan 3 semester terakhir, bayi yang baru lahir (Neonatal), anak dan orang dewasa yang memiliki gangguan sistem imun yang disebabkan kanker atau HIV. Pasien dengan berbagai macam transplantasi lebih beresiko terhadap listeriosis.

Listeria monocytogenes dapat menular melalui tanah dan air. Seseorang dapat juga terinfeksi L. monocytogenes dengan memakan makanan, seperti daging mentah, keju, susu, ayam yang belum matang, kerang, dan salad yang dicampur dengan kubis yang terkontaminasi bakteri ini. Banyak kasus infeksi yang tidak dapat ditelusuri sumbernya.

Infeksi Listeria monocytogenes dapat menimbulkan gejala-gejala seperti, demam, mual, diare, lemas, sulit bernapas, dan nafsu makan yang menurun. Wanita hamil yang terkena listeriosis gejalanya mungkin hanya flu sedang, bagaimana pun dapat beresiko pada bayi dalam kandungan yang dapat lahir prematur, keguguran, dan kematian waktu lahir.

Orang yang memiliki sistem imun yang lemah beresiko terhadap perkembangan penyakit yang lebih serius dari listerosis, termasuk pneumonis, meningitis, dan sepsis, Kasus listeriosis relatif jarang terjadi. Pada tahun 2004, hanya 120 kasus yang dilaporkan di Amerika. Dan pada tahun 2011, jumlah korban tewas akibat mengkonsumsi blewah yang terkontaminasi L. monocytogenes mencapai 13 orang dari 78 orang yang dilaporkan terinfeksi bakteri ini. Dari semua kasus, semakin awal listeriosis dideteksi dan diobati, semakin baik.

Kejadian listeriosis yang sebenarnya pada manusia tidak diketahui, karena pada kesehatan rata-rata dewasa, infeksi umumnya tidak bergejala, atau yang paling sering menyerang yaitu flu sedang. Range utama secara klinik dari serangan flu tingkat sedang mengacu pada gejala meningitis atau meningoencephatilic. Gangguan ini sering terjadi pada wanita hamil, neonatal, orang tua dan individu dengan gangguan sistem imun, akan tetapi rupanya kesehatan tiap individu dapat juga mempengaruhi. Yang serius dari penyakit ini, meningitis umumnya disertai dengan septicemia yang paling umum ditemui pada manifestasi penyakit ini. Pada wanita hamil, gejala yang paling umum adalah flu tingkat menengah tanpa meningitis, infeksi pada fetus sangat umum dan dapat meningkat pada keguguran, dan bayi meninggal pada waktu lahir.