Wednesday, April 9, 2014 | By: PharmacyIndonesia

Hemoglobin (Hb)

Hemoglobin (Hb), suatu protein dengan BM 6500 D, adalah zat warns merah dari eritrosit yang berdaya mengikat oksigen dalam paru-paru dengan membentuk oksihemoglobin. Melalui sirkulasi darah, zat ini mencapai semua organ dan jaringan, dimana oksigen dilepaskan lagi.

Hb adalah persenyawaan dari haem dengan protein globin. Haem merupakan senyawa Fe + porfiron, yang inti molekulnya terdiri dari 4 cincin pyrrol dengan atom Fe di pusatnya. Hb merupakanq timbunan besi utama dari tubuh.

Anemia atau kekurangan darah adalah suatu keadaan dimana kadar hemoglobin/atau jumlah eritrosit berkurang. Seseorang dianggap menderita anemia bila kadar Hb < 8 mmol/L pada pria atau <7 mmol/L pada wanita.

Hemoglobin melakukan fungsi utama dari sel darah merah dengan mengangkut oksigen ke jaringan dan mengembalikan CO2 dari jaringan ke paru-paru. Tergantung dari penyebabnya, dapat dibedakan 2 tipe anemia utama, yaitu :
1. Anemia ferriprive (anemia sekunder)
penyebab paling utama dari anemia adalah kekurangan besi untuk sintesa hemoglobin. Cirinya adalah kadar hemoglobin per eritrosit dibawah normal dengan eritrosit yang abmormal kecilnya (mikrositer) dan MCV rendah. MCV atau Mean Corpuscular Volume merupakan salah satu karakteristik sel darah merah.

Penyebab defisiensi besi. Jenis anemia ini juga disebut nutritional anemia dan kerapkaliq disebabkan oleh :
- perdarahan mukosa lambung
- berkurangnya reaorpsi dari usus jalus setelah reseksi
- meningkatnya kebutuhan tubuh, seperti pubertas, haid.
- kurang gizi

2. Anemia Megaloblaster (anemia primer)
Penyakit ini disebabkan oleh kekurangan vitamin B12, atau asam folat, dan bercirikan sel darah abnormal dan besar (makrositer) dengan kadar Hb yang normal atau lebih tinggi dan MCV tinggi.

1 comments:

Post a Comment