Saturday, September 24, 2011 | By: PharmacyIndonesia

Enterobacter sakazakii

Pada tahun 2008, Indonesia dihebohkan dengan berita tercemarnya susu yang beredar dipasaran. Adalah Institut Pertanian Bogor dalam penelitiannya yang menyatakan bahwa beberapa susu formula yang beredar dipasaran tercemar bakteri Enterobacter sakazakii. Dengan sekejap bakteri ini menjadi bauh bibir dimana-mana. Lalu bakteri seperti E. sakazakii ini dan mengapa susu dapat tercemar bakteri ini dan apa dampak E. sakazakii bila masuk kedalam tubuh manusia terutama bayi? Pertanyaan yang wajar diungkapkan para ibu, karena merekalah yang menjadi ujung tombak dari rantai konsumsi susu terutama susu formula.

Enterobacter sakazakii termasuk kedalam keluarga bakteri yang besar dari Enterobacteriaceae, banyak dari keluarga ini termasuk kedalam bakteri yang patogen (beracun), seperti Salmonella dan Escherichia coli. Penelitian secara genetik menempatkan mereka ke dalam Filum Protobacteria, dan termasuk ke dalam Ordo Enterobacteriales. Pada tahun 1980 E. sakazakii dikenal dengan nama Enterobacter cloacae dengan pigmen kuning. Kemudian bakteri tersebut dikukuhkan kedalam Genus Enterobacter sebagai suatu spesies baru yang diberi nama Enterobacter sakazakii untuk menghargai seorang bakteriolog Jepang bernama Riichi Sakazakii. Reklasifikasi ini dilakukan berdasarkan studi DNA hibridisasi yang menunjukkan kemiripan 41% dengan Citrobacter freundii dan 51% dengan Enterobacter cloacae.

Tatanama Binomial E. sakazakii
Kerajaan
Bacteria
Filum
Proteobacteria
Kelas
Gamma Protobacteria
Ordo
Enterobacteriales
Famili
Enterobacteriaceae
Genus
Enterobacter
Spesies
Enterobacter sakazakii

Bakteri yang termasuk ke dalam Famili Enterobacteriaceae berbentuk batang dengan panjang yang khas 1-5 ┬Ám. Seperti Proteobacteria yang lain merupakan gram negatif, dan termasuk fakultatif anaerob, menfermentasi gula menghasilkan asam laktat dan produk akhir yang lainnya. Tidak seperti kebanyakan bakteri, Enterobacteriaceae umumnya tidak memiliki cytochrome C oxidase, walaupun pengecualian untuk Plesiomonas shigelloides. Kebanyakan mempunyai banyak flagella untuk bergerak, tetapi beberapa Genus tidak bergerak. Tidak menghasilkan spora, reaksi katalisi bervariasi diantara Enterobacteriaceae.
Wednesday, September 14, 2011 | By: PharmacyIndonesia

Sediaan Serbuk

Istilah
Powder (Inggris)
Poeder (Belanda)
Puyer (Indonesia)

Definisi
Serbuk adalah campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan, ditujukan untuk pemakaian oral atau untuk pemakaian luar. (FI IV)

Keuntungan sediaans erbuk
1.      Karena mempunyai permukaan yang luas, serbuk lebih mudah terdispersi.
2.      Anak-anak atau orang dewasa yang sukar menelan kapsul atau tablet lebih mudah menggunakan bentuk sediaan serbuk.
3.      Obat dengan volume terlalu besar untuk dibuat tablet, dapat dibuat dalam bentuk serbuk.
4.    Masalah stabilitas yang sering dihadapi dalam sediaan cair, tidak ditemukan dalam sediaan bentuk serbuk.

Kekurangan sediaan serbuk
1.      Rasa yang sukar ditutupi.
2.      Mudah teroksidasi.
3.      Untuk zat yang terurai oleh asam lambung tidak bias dihindari.

Penggolongan
1.      Serbuk Terbagi (Pulveres)
Ialah sediaan berbentuk serbuk yang dibagi-bagi dalam bentuk bungkusan dalam kertas perkamen.
2.      Serbuk Tak Terbagi (Pulvis)
Ialah sediaan serbuk yang tidak terbagi dalam peresepannya.
3.      Serbuk Tabur
Serbuk ringan untuk penggunaan topikal, dapat dikemas dalam wadah yang bagian atasnya berlubang. Syarat : melewati ayakan mesh 100.

Penimbangan
1.      Zat ditimbang masing-masing dengan kertas perkamen.
2.      Penimbangan < 50 mg dilakukan dengan pengenceran.
3.      Untuk zat cair ditimbang dengan cawan penguap yang telah ditara.
4.      Untuk zat kental/ekstrak ditimbang dengan kertas perkamen yang dilapisi paraffin.
5.      Untuk zat yang higroskopis seperti ZnO, MgO, sebelum ditimbang digerus dan diayak dahulu.


Yang perlu diperhatikan
1.   Zat yang berkhasiat keras, biasanya jumlahnya sedikit. Jadi harus digerus dulu zat tambahan seperti saccharum lactis untuk menutupi pori-pori mortir.
2.      Untuk zat berkhasiat yang berwarna, mortar harus dilapisi dengan zat tambahan, baru digerus dengan zat lain.
3.      Untuk zat dengan perbedaan BJ, masukan dulu serbuk yang BJnya besar kemudian yang kecil.
4.   Zat yang mempunyai Titik Eutetik jika 2 zat dicampur. Maka, penggerusan dilakukan secara masing-masing dengan saccharum lactis, baru kemudian dicampur. Contoh : Champora – Menthol.
5.   Tingtura dan ekstrak cair ditetesi dengan alcohol dilutus 70%, kemudian keringkan dengan saccharum lactis.
6.   Jika dalam resep pulvis atau pulveres ada tablet, maka tablet digerus lebih dulu, baru dicampur dengan bahan lain.
7.      Untuk minyak menguap ditambahkan terakhir.

Contoh Resep Pulveres

Contoh Resep Pulvis

Contoh Resep Sebuk Tabur

Friday, September 9, 2011 | By: PharmacyIndonesia

Stroberi vs Diabetes

Stroberi… Siapa yang tidak mengenal buah yang satu ini. Banyak orang menyukai rasa yang khas dari stroberi terutama kaum wanita. Stroberi dikatakan buah yang romantis, karena bentuknya yang mirip dengan lambang “Love” (cinta) dengan warna merah yang menyala membuatnya buah ini digemari oleh pasangan yang sedang jatuh cinta sebagai lambang cinta. Buah stroberi banyak digunakan dalam produk makanan dan minuman baik sebagai garnish maupun sebagai bahan utama dalam makanan. Jika kita pergi ke daerah Ciwidey-Bandung, kita akan disuguhkan pemandangan hamparan kebun stroberi disepanjang jalannya. Nama stroberi sendiri berasal dari bahasa Inggris kuno streawberige yang merupakan gabungan dari streaw dan berige. Alasan pemberian nama ini masih menjadi misteri sampai saat ini.

Stroberi, seperti spesies lain dalam Genus Fragaria termasuk ke dalam keluarga Rosaceae. Secara umum buah ini bukanlah buah, atau orang-orang mengatakannya sebagai buah palsu. Dikatakan buah palsu karena daging buahnya tidak berasal dari ovarium tanaman (achenium) tetapi dari bagian bawah hypanthium yang berbentuk mangkok tempat ovarium tanaman itu berada. Buah stroberi berwarna hijau keputihan ketika sedang berkembang, dan setelah masak buah berubah menjadi merah.

Tata Nama Binomial Stroberi
Karajaan
Plantae
Divisi
Magnoliophyta
Kelas
Magnoliopsida
Ordo
Rosales
Famili
Rosaceae
Sub-Famili
Rosoideae
Genus
Fragaria
Spesies
F. ananassa

Stroberi mengandung sekitar 45 kalori (188 kJ) dan merupakan sumber vitamin C dan flavonoid yang baik. Penelitian baru-baru ini menyebutkan bahwa flavonoid dalam buah stroberi dapat mengurangi komplikasi pada penyakit Diabetes. Para peneliti menunjukkan bahwa Fisetin (jenis flavonoid yang ditemukan didalam buah stroberi) mengurangi komplikasi Neurologi dan kerusakan ginjal pada hewan percobaan dengan Diabetes tipe I. Dari hasil analisa urin menunjukkan secara nyata albuminuria pada hewan percobaan hampir secara utuh dikurangi dengan pengunaan Fisetin. Penelitian itu, mengemukakan bahwa Fisetin dapat mengurangi komplikasi Diabetes dengan melindungi sel saraf dari toksik insulin dengan efek langsung dari antioksidan dan aktivitas anti radang.

Wednesday, September 7, 2011 | By: PharmacyIndonesia

Titrasi Asam Basa

Titrasi Asam-Basa adalah penetapan kadar suatu zat berdasarkan atas reaksi asam-basa. Bila sebagai titrannya digunakan larutan baku asam, maka penetapan kadar tersebut dinamakan asidimetri. Sebaliknya bila sebagai titrannya digunakan larutan baku basa, maka penetapan kadar tersebut dinamakan alkalimetri.

Kekuatan suatu asam atau basa tergantung pada derajat ionisasinya. Asam kuat atau basa kuat dapat dikatakan terdisosiasi sempurna. Sedangkan asam atau basa lemah terdisosiasi tidak sempurna. Makin kecil nilai Ka (pKa makin besar), maka semakin lemah asam tersebut. Pada titrasi Asam-Basa sebagai titran biasanya digunakan asam kuat atau basa kuat. Tidak semua asam atau basa dapat dititrasi secara Asam-Basa memberikan hasil yang memuaskan. Hal ini bergantung pada nilai pKa (asam lemah) dan pKb (basa lemah). Hanya asam atau basa lemah yang memiliki kekuatan asam atau basa lebih dari 10-6 saja yang dapat dititrasi secara Asam- Basa memberikan hasil yang baik. Sedangkan asam atau basa yang memiliki kekuatan asam atau basa lebih kecil dari 10-6 tidak dapat ditentukan kadarnya secara titrasi Asam-Basa, namun dapat ditentukan kadarnya secara Titrasi Bebas Air (TBA). Pada Titrasi Bebas Air pelarut yang digunakan bukan air, tetapi pelarut organik yang dapat meningkatkan kekuatan asam atau basa dari zat /senyawa yang akan ditentukan kadarnya.

Indikator pada titrasi Asam-Basa adalah asam atau basa organik lemah yang mempunyai warna yang berbeda dalam bentuk molekul dan ionnya.

Warna molekul lebih kuat dalam suasana asam, sedangakan warna ion lebih kuat dalam suasana basa. Pada pH tertentu, dimana kedua bentuk ada dalam jumlah yang hampir sama, maka akan terjadi warna kombinasi dari warna molekul dan warna ionnya. Daerah transisi dari perubahan warna indikator meliputi lebih kurang 2 unit pH dan daerah ini dinamakan trayek pH.

Saturday, September 3, 2011 | By: PharmacyIndonesia

Sindrom Sjogren


Pada tanggal 1 September 2011, petenis wanita asal Amerika Serikat Venus Williams mengundurkan dari turnamen tenis US Open. Venus Williams mengundurkan diri karena terkena penyakit Sindrom Sjogren. Apa itu Sindrom Sjogren?
Sindrom Sjogren disebut juga dengan penyakit Mikulicz dan Sindrom Sicca, merupakan penyakit autoimun sistemik yang menyerang sel imun dan menghancurkan kelanjar eksokrin yang memproduksi air mata dan ludah (saliva). Sindrom Sjogren diberi nama setelah seorang ahli penyakit mata asal Swedia Henrik Sjogren (1899-1986) yang memaparkan tentang penyakit ini. Sindrom Sjogren berhubungan dengan kelainan reumatik seperti Athritis Rheumatoid (AR) dan terdapat faktor Rheumatoid positif pada 90% dari jumlah kasus.
Penelitian berikutnya menunjukkan bahwa Sindrom Sjogren bisa saja merupakan penyakit utama atau mungkin saja penyakit lanjutan pada penyakit autoimun yang lain, seperti Systemic Lupus Erythematosus (SLE), Rheumatoid Arthritis (RA), scleroderma, dan biliary cirrhosis.

Epidemiologi
Gejala utama pada sindrom Sjogren adalah kekeringan pada mulut dan mata. Sindrom Sjogren juga dapat menyebabkan kekeringan pada kulit, hidung, dan vagian. Sembilan dari sepuluh pasien yang pengidap sindrom Sjogren adalah wanita dengan usia mendekati 40 tahun. Wanita 9 kali lebih rentan terkena penyakit ini daripada pria. Sindrom Sjogren diderita oleh 1-4 juta jiwa di Amerika.

Faktor Resiko
1.      Usia
Umumnya terdiagnosis pada seseorang dengan umur lebih dari 40 tahun.
2.      Gender
Wanita lebih sering terjangkit penyakit ini.
3.      Penyakit Reumatik
Umum terjadi pada orang yang terkena Sindrom Sjogren juga mengidap penyakit reumatik seperti Rheumatoid Arthritis (RA) atau Lupus.

Komplikasi
Komplikasi yang paling umum dari Sindrom Sjogren melibatkan mata dan mulut, diantaranya :
1.      Gigi berlubang
Karena kelenjar saliva membantu melindungi gigi dari bakteri yang menyebabkan berlubang, gigi kita mudah berlubang bila mulut kita kering.
2.      Infeksi kapang
Orang dengan Sindrom Sjogren lebih mudah terkena sariawan, infeksi kapang pada mulut.
3.      Masalah penglihatan
Mata yang kering mengarah pada sensitivitas pada cahaya, pandangan yang kabur, dan infeksi pada kornea.

Friday, September 2, 2011 | By: PharmacyIndonesia

Degradation of Piperine


Introduction
As early as 1849, piperine was hydrolyzed with aqueous Sodium hydroxide, and later with Nitric acid, to yield a volatile base piperidine and piperic acid. Spring and stark used ethanolic potassium hydroxide for hydrolysis of piperin. The presence of two double bonds in piperic acid was proved by its catalytic reduction to tetrahydropiperic acid and by the preparation of tetrabromopiperic acid by bromination with bromine in carbon disulfide.

The structure of Piperic acid oxidation by Potassium permanganate to yield Oxalic acid, Piperonal, and Piperonylic acid.