Jumat, 12 Agustus 2011 | By: PharmacyIndonesia

Sintesa Kimia

Ilmu kimia sering disebut sebagai ilmu pusat karena menghubungkan berbagai disiplin ilmu seperti, biologi, fisika, kedokteran, geologi, dan farmasi. Kimia berhubungan dengan interaksi materi yang melibatkan dua zat atau lebih. Dalam ilmu kimia melibatkan interaksi antara dua zat dalam reaksi kimia dapat mengubah satu atau lebih zat menjadi satu atau lebih zat lain.
Semua materi yang ada di alam semesta ini terdiri dari atom-atom atau komponen sub atom seperti neutron, proton, dan elektron. Atom-atom yang saling berikatan akan menghasilkan bentuk materi yang lebih kompleks seperti ion, molekul, atau Kristal. Setiap zat atau materi yang terbentuk akan memiliki karakteristik yang khas seperti berbentuk padatan, cair, atau gas.
Ilmu kimia merupakan ilmu yang sangat luas, karena apa yang ada di alam ini berkaitan dengan Ilmu Kimia. Oleh sebab itu perkembangan Ilmu Kimia terus berkembang dan memiliki banyak cabang Ilmu Kimia Terapan. Salah satu cabang Ilmu Kimia yang cukup menarik untuk dibahas adalah Kimia Organik dan sintesa Kimia.  
Kimia organik merupakan bagian dari Ilmu kimia yang mencakup studi pendekatan secara ilmiah mengenai struktur, sifat materi zat, komposisi, reaksi kimia yang terjadi dan preparasi (untuk proses sintesa) suatu zat atau senyawa. Senyawa tersebut mungkin saja mengandung beberapa unsur lain seperti Hidrogen, Oksigen, Nitrogen, unsur-unsur Halogen seperti fosfor, Sulfur, dan lainnya.
Senyawa Organik memiliki struktur yang bermacam-macam dan pemanfaatannya digunakan secara luas. Banyak produk seperti plastik, petrokimia, cat, bahan peledak, makanan, dan obat menggunakan aplikasi senyawa organik.     
Setiap proses kimia yang terjadi dinamakan reaksi kimia. Reaksi kimia bisa merupakan penggabungan molekul yang lebih besar atau pembelahan molekul menjadi molekul-molekul yang lebih kecil atau penata ulangan atom-atom dalam molekul. Reaksi kimia selalu melibatkan terbentunya atau terputusnya ikatan kimia.
Seperti yang telah kita ketahui, bahwa suatu reaksi kimia akan menghasilkan suatu zat atau senyawa yang berbeda dari senyawa awalnya. Pada kesempatan kali ini kita akan belajar mengenai bagaimana cara membuat suatu zat yang berbeda dari zat awalnya dengan reaksi kimia.
Ada cabang Ilmu Kimia yang khusus membahas mengenai pembentukkan senyawa yang berbeda dari senyawa asalnya, dinamakan Sintesa Kimia. Sintesa kimia adalah ilmu yang mempelajari mengenai rekayasa struktur suatu zat atau senyawa menjadi zat atau senyawa yang berbeda dari zat asalnya.
Ada rumus yang menjadi acauan dalam mempelajari Ilmu Sintesa ini, yaitu A + B = C; dan C ≠ A atau B. Suatu sintesa kimia pasti akan melibatkan reaksi kimia tertentu tergantung zat yang digunakan. Dengan sintesa kimia, kita dapat membuat turunan suatu zat induknya menjadi bentuk yang berbeda dengan tidak mengubah struktur molekul utamanya. Manfaat dari sintesa kimia ini sangat banyak, kita dapat merubah sifat fisiko kimia dari suatu zat menjadi bentuk yang kita inginkan. Contoh yang paling gampang, misalnya :    

Dengan Rumus Bangun utama Methyl salicylate, kita dapat membuat berbagai turunan senyawanya dengan sifat kimia yang berbeda-beda. Pada kesempatan ini kita akan mencoba membuat Asam salisilat dari Methyl salicylate. “Organic synthesis often involves converting one functional group to another”, artinya kita akan mencoba mengganti gugus fungsional Ester yang terdapat pada Methyl salicylate dengan gugus fungsional karboksilat. Hasil produk reaksi akan menjadi berbeda dengan komponen utamanya, asam salisilat berbentuk Kristal putih, sedangkan Methyl salicylate bernbentuk cairan. Ini dapat menjelaskan mengenai makna dari sintesa itu sendiri, bahwa A + B = C ; C ≠ A dan B.
Pada dasarnya Ilmu Sintesa itu seperti ilmu memasak (jadi inget Master Chef, hehehe…). Dalam memasak, ada yang namanya bahan utama, bumbu-bumbu, cara memasaknya (digoreng atau direbus misalnya), berapa lama memasaknya, suhunya berapa, dan lainnya. Begitu juga dalam proses Sintesa, kita memerlukan struktur utama yang akan dirubah, pereaksi yang akan digunakan apa saja, temperatur yang digunakan, kemuadian waktu rekasinya.

Sekarang apakah anda sudah siap dengan Wisata Sintesa (dijamin Ma’nyussss, hehehe…)?
Untuk membuat Asam salisilat, ada beberapa bahan yang perlu disiapkan.
R/        Methyl salicylate         15 g
            NaOH 5 M                  25 mL
            H2SO4 3 M
            Aquadest
Cat : untuk membuat NaOH 5 M dan H2SO4 3 M, saya yakin anda pasti sudah bisa…

Kemudian alat-alat yang diperlukan diantaranya :
1.      Labu gelas 100 mL
2.      Magnetic stirrer
3.      Labu ukur 25 mL
4.      Reflaktor
5.      Beaker glass 125 mL
6.      Kertas pH
7.      Corong Bughner
8.      Kertas saring
9.      Water bath

Untuk cara pembuatannya silahkan klik disini
Selamat mencoba

0 komentar:

Poskan Komentar